Jadilah Diri Sendiri

Tidak ada orang yang hadir di dunia ini karena factor kebetulan. Segalanya yang telah diciptakan oleh Allah telah memiliki identitas diri masing-masing. Bahkan sidik jari dari Adam sampai bayi yang terlahir detik ini tidaklah sama.
Kenyataan ini seharusnya mampu mengangkat kita untuk memegang peranan baru, Karena kita mengetahui diantara bermilyar-milyar manusia hanya ada satu saya dan anda, sehingga setiap individu manusia dapat memberikan sumbangan-sumbangan yang khas bagi kehidupan manusia di dunia sebagai bekal menghadap Allah.
Sesuatu yang khas dan unik pasti haganya mahal bila dibandingkan dengan sesuatau yang mudah didapat dan dalam jumlah yang banyak. Setiap kita adalah khas dan unik. Namun kenapa terkadang nilai kita tidak terharga secara maksimal dan tak sebanding dengan kekhasan dan keunikan kita.
Jawabanya sederhana, pohon dihutan akan lebih berharga setelah dukeluarkan dari hutan, lalu diambil bagian –bagian yang tidak berguna sehingga terbentuk sebuah kursi ataupun meja, terpajang di tempat yang layak, pada waktu yang tepat dan warna yang memikat.
Begitupun dengan kita, harus berani keluar dari kotak kenyamanan, menghilangkan aktivitas yang urang bermanfaat, membentuk diri menjadi sesuatu dan pasarkan diri kita pada tempat dan waktu yang tepat.
Caranya adalah JADILAH DIRI ANDA SEUTUHNYA dengan segala ciri dan kekhasannya.
Kita pasti pernah mendengar kata-kata bijak yang berbunyi, “jadilah diri sendiri!” jika didengar sekilas, kata-kata tersebut seakan tak bermakna. Padahal jika kita mau menghayatinya, kata-kata tersebut cukup ampuh untuk pembentukan diri yang akan langsung mempengaruhi pekerjaan kita. Menjadi diri sendiri membuat kita memiliki fondasi kepribadian yang kuat. Memang, untuk menjadi diri sendiri tidaklah mudah. Ada beberapa factor yang berperna dalam hal ini. Antara lain :
1. jadilah pribadi yang berbeda

Sadarilah bahwa kita berbeda dengan orang lain, baik secara fisik ataupun psikis. Setiap orang memiliki cirri khas dan karakter masing-masing. Hal ini menyiratkan bahwa di satu sisi kita emiliki kelebihan yang tidak dimiliki orang lain, tetapi di sisi lain kita juga memiliki kekurangan dibanging orang lain. Kesadaran seperti ini kan membentu kita meresa aman dan nyaman dalam menerima kondisi kita yang sesungguhnya. Kita tidak merasa risau dengan keberadaan orang lain. Dan hal ini akan menumbuhkan rasa percaya diri kita.
2. kenalilah diri kita sendiri

Secara fisik kita tentu telah mengenali diri kita sendiri kita dengan baik. Misalnya berapa berat dan tinggi badan kita, apa warna rambut dan kulit kita, atau bagaimana bentuk mata kita. Kita tentu sudah mengetahui secara pasti tempat dan tanggal lahir kita, dimana kita tinggal, dan apa pekerjaan kita.
Tetapi hal-hal fisik ini tidak cukup untuk mengenali diri sendiri. Kita di tuntut untuk mengenali hal-hal yang bersifat non fisik, seperti bagaimana sifat, watak, kebiasaan, dan kepribadian kita. Dari hal-hal inilah diri kita akan terbentuk.
3. jangan menyesali diri

Setiap orang pasti mempunyai kelemahan dan kekurangan. Namun jangan sekali pun menyesalinya. Tak perlu repot membandingkan kekurangan kita dengan kelebihan orang lain.
Toh, disamping kekurangan, kita juga punya potensi lain dan kelebihan. Dan jangan sampai kita menempuh jalan pintas untuk mengubah diri kita. Lebih baik gali kelebihan kita untuk menutupi kekurangan kita.
4. evaluasi diri

Lakukan evaluasi terhadap diri kita sendiri untuk mencapai apa yang kita inginkan. Hal ini dapat dilakukan dengan melakuakn identifikasi terhadap berbagai hambatan maupun hal yang memperlancar kesuksesan kita. Inni mencakup berbagai aspek baik fisik maupun non fisik. Misalnya bagaimana cara bicara dan berpakaian kita, bagaimana sifat dan karakter kita.
Jika kita merasakan keurangan disatu sisi maka kita harus berusaha membenahinya. Mintalah bantuan orang lain yang mengenal diri kita untuk mengevaluasi diri. Jadi kita kan mendapatkan penilaian obyektif tentang diri kita dan hal ini bias menjadi masukan berharga bagi pengembangan diri.
5. hargai diri sendiri

Berpikirlah positif tentang diri kita. Walaupun kita punya kekurangan, kita tidak boleh menilai buruk dan membenci diri sendiri. Jika anda selalu di baying-bayangi kelemahan kita, kita akan kesulitan menerimadan menghargai diri sendiri. Maka kita harus memulainya dari kita sendiri. Jika kita sudah tidak menghargai diri sendiri, bagaimana dengan orang lain.
6. percaya diri

Percaya diri bisa menjadi modal dasar dalam menerima diri sendiri. Kita dapat menerima diri kita sendiri dalam segala suasana dan kondisi apapun.
Kepercayaan ini memudahkan kita menjadi diri sendiri. Karena kita memiliki kebanggaan yang bersifat pribadi terhadap diri sendiri. Tapi tentu saja kita tidak bisa puas hanya dengan rasa percaya diri. Lebih jauh, kita juga harus terus menggali dan meningkatkan hal-hal yang dapat meningkatkan rasa percaya diri kita.
Terlepas dari hal-hal di atas, kita harus didukung oleh sikap dan pemikiran yang realistis. Artinya kita harus menyadari bahwa kita tidak mungkin bisa menyamai orang lain, baik fisik, kepandaian, ataupun kesuksesan. Kita juga bisa mencapai sukses namun bukan kesuksesan seperti yang orang lain capai.
Ingatlah, apapun adanya diri kita, kita harus menerima dan menghargai diri sebagai pribadi yang neniliki segala kekuarangan dan kelebihan. Yang penting kita dapat menggali kelebihan kita sendiri tanpa mencontek kelebihan orang lain. Dengan demikian, kita akan menjadi pribadi yang kuat dan bersahaja.

Posted on Februari 4, 2012, in Uncategorized. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: