Globalisasi dan Teknologi

Pergerakan dunia menuju dunia tanpa batas (borderless world) telah banyak merubah berbagai aspek kehidupan.Proses ini menggerakan sumber daya-sumber daya menuju efisiensi yang lebih tinggi.Penyebab hal ini adalah kemajuan Teknologi akibat Globalisasi.
Apa itu Globalisasi ? Globalisasi dapat didefinisikan sebagai hilangnya batas ruang,jarak dan waktu akibat kemajuan Teknologi. Cikal Bakal Globalisasi Globalisasi sebagai fenomena abad 20 yang dihubungkan dengan bangkitnya ekonomi dan perkembangan IPTEK yang di dominasi oleh barat. Sejak abad ke 18 perkembangan itu begitu pesat ditandai dengan kehadiran revolusi industri, di bawah naungan jiwa dan semangat Zaman Renaissance dan Aufklarung. Bisa dipahami bahwa kebudayaan Barat pun akhirnya banyak dipengaruhi oleh perkembangan ilmu dan teknologi.Zaman Renaissance adalah zaman yang didukung oleh cita-cita untuk melahirkan kembali manusia yang bebas dan melahirkan sikap mental menusia yang percaya akan kemampuan diri sendiri atas dasar rasionalitas, dan sangat optimis untuk dapat menguasai masa depannya,sehingga manusia (Barat) menjadi kreatif dan inovatif. Ada daya dorong yang mempengaruhi perkembangan ilmu dan teknologi yaitu pandangan untuk menguasai alam. Tiada hari tanpa hasil kreasi dan inovasi.Hasilnya adalah teknologi supra-modern yang mereka miliki sebagaimana kita lihat sekarang ini. Hingga tahun 1000,benih-benih Globalisasi muncul dibelahan timur dunia terutama di negeri yang dibatasi oleh Samudera Indonesia dan Laut Cina Selatan. Hal ini terjadi karena kawasan ini sering terjadi hubungan dagang yang menyebabkan pertukaran budaya dan teknologi semakin sering dilakukan. Perdagangan antarkawasan yang mendorong bentuk pertukaran yang lain,termasuk penyebaran agama,budaya dan Teknologi.
Aspek-aspek Globalisasi
Ada 4 aspek Globalisasi,yaitu :
SeLuruh kegiatan politik,sosial,ekonomi melintasi Negara-negara. Globalisasi meningkatkan keuntungan kita satu sama lain dengan meningkatnya arus perdagangan,investasi,keuangan,migrasi dan kebudayaan. Sistem-sistem transportasi,informasi dan komunikasi yang baru dan serba canggih berarti bahwa ide,barang,informasi,modal dan orang bergerak dapat lebih cepat. Itu berarti bahwa peristiwa-peristiwa secara geografis jauh memiliki dampak dan pengaruh yang besar bagi hidup kita. Bahkan, perkembangan-perkembangan lokal membawa dampak global yang luar biasa. Batas antara persoalan dalam negeri dan global menjadi kabur.
Faktor – faktor Globalisasi
Ada beberapa faktor yang menyebabkan peningkatan pesat proses Globalisasi itu,yaitu :
Berkembang pesatnya teknologi Informasi dan Komunikasi Teknologi informasi dan komunikasi (TIK) adalah pendukung utama bagi terselenggaranya globalisasi. Dengan dukungan teknologi informasi dan komunikasi, informasi dalam bentuk apapun dan untuk berbagai kepentingan, dapat disebarluaskan dengan mudah sehingga dapat dengan cepat mempengaruhi cara pandang dan gaya hidup hingga budaya suatu bangsa. Berkembang pesatnya perusahaan-perusahaan transnasional.
Dampak dan pengaruh Globalisasi di Bidang IPTEK
Pengembangan iptek akibat arus Globalisasi dianggap sebagai solusi dari permasalahan yang ada. Iptek diyakini akan memberi umat manusia kesehatan, kebahagiaan dan imortalitas. Dalam bidang Informasi dan komunikasi telah terjadi kemajuan yang sangat pesat.Dari kemajuan ini dapat kita rasakan dampak positif dan negatifnya.
Dampak positif
a. Kita dapat berkomunikasi dengan teman, maupun keluarga yang sangat jauh hanya dengan melalui handphone
b. Kita mendapatkan layanan bank yang dengan sangat mudah. Dan lain-lain.
c. Kita akan lebih cepat mendapatkan informasi-informasi yang akurat dan terbaru di bumi bagian manapun melalui internet. Internet inilah yang paling berpengaruh dalam kemajuan Globalisasi.
Dampak Negatif dan sikap selektif:
Dari beberapa bahasan di atas mengenai teknologi informasi maka dapat kita ketahui bahwa jika kita dapat memanfaatkan teknologi tersebut maka kita akan memperoleh kemudahan dalam menjalankan kehidupan sehari-hari. Namun satu hal yang harus kita ingat bahwa perkembangan teknologi tersebut bukannya tanpa ada efek sampingnya, karena justru “crime is product of society it self” yang berarti bahwa semakin tinggi tingkat intelektualitas suatu masyarakat maka akan semakin canggih dan beraneka-ragam pula tingkat kejahatan yang dapat terjadi. Sebagi bukti nyata sekarang banyak negara yang dipusingkan oleh kejahatan melalui internet yang dikenal dengan istilah “cyber crime”, belum lagi dampak negatif teknologi informasi yang menyebabkan adanya penurunan moral dengan dijadikannya internet sebagai bisnis maya, dan banyak lagi dampak negatif dari teknologi informasi. Cyber crime merupakan fenomena sosial yang membuka cakrawala keilmuan dalam dunia hukum, betapa suatu kejahatan yang sangat dasyat dapat dilakukan dengan hanya duduk manis di depan computer. Cybercrime merupakan sisi gelap dari kemajuan teknologi komunikasi dan informasi yang membawa implikasi sangat luas dalam seluruh bidang kehidupan karena terkait erat dengan economic crime dan organized crime
Berikut adalah contoh dari cybercrime :
Hacking Hacking dikenal juga dengan sebutan computer trespass, yakni tindakan yang melanggar hukum apapun bentuk alasan dan motivasinya. Tidak jarang tindakan ini disertai dengan penipuan, pencurian, penggelapan atau pengrusakan.Pemerintah sendiri membuat KUHP untuk kasus hacking di Indonesia,yaitu :
a. Ketentuan yang berkaitan dengan delik pencurian Pencurian disini tidak diartikan secara konvensional karena barang yang dicuri adalah berupa data digital, baik yang berisikan data transaksi keuangan milik orang lain maupun data yang menyangkut software (program) ataupun data yang menyangkut hal-hal yang bersifat rahasia. Delik pencurian di atur dalam Pasal 362 KUHP. Pasal 362 KUHP(*buku KUHP) berbunyi: “Barangsiapa mengambil barang sesuatu, yang seluruhnya atau sebagian kepunyaan orang lain, dengan maksud untuk dimiliki secara melawan hukum, diancam karena pencurian, dengan pidana penjara paling lama lima tahun atau pidana denda paling banyak Sembilan ratus rupiah”
b. Ketentuan yang berkaitan dengan perusakan/ penghancuran barang Ketentuan ini erat dengan kejahatan hacking. Dalam kejahatan mayantara (cybercrime) perbuatan perusakan dan penghancuran barang ini tidak hanya ditujukan untuk merusak/menghancurkan media disket atau media penyimpan sejenis lainnya, namun juga merusak dan menghancurkan suatu data, web site ataupun homepage. Delik ini juga termasuk di dalamnya perbuatan merusak barang-barang milik publik (crime against public property).
Ketentuan mengenai perbuatan perusakan, penghancuran barang diatur dalam Pasal 406 KHUP. Pasal 406 KUHP berbunyi:
(1) Barangsiapa dengan sengaja melawan hukum menghancurkan, merusakan, membuat tidak dapat dipakai lagi atau menghilangkan barang sesuatu yang seluruhnya atau sebagian adalah kepunyaan orang lain, diancam dengan pidana dipenjara paling lama dua tahun delapan bulan atau denda paling banyak empat ribu lima ratus rupiah;
(2) Dijatuhkan pidana yang sama terhadap orang, yang dengan sengaja dan melawan hukum membunuh, merusakkan, membuat tidak dapat digunakan yang seluruhnya atau sebagian adalah kepunyaan orang lain. Pengertian-pengertian dalam Pasal 406 KUHP dapat dijelaskan sebagai : Pengertian “Menghancurkan” Maksudnya adalah merusak sama sekali sehingga tidak dapat berfungsi sebagaimana mestinya. Pengertian “Merusakkan” Merusakkan dimaksudkan sebagai memperlakukan suatu barang sedemikian rupa namun kurang dan membinasakan (beschacdingen).Misalnya membuat cacat pada program. Pengertian “Membuat tidak dapat dipakai lagi” Tindakan sedemikian rupa sehingga tidak dapat diperbaiki lagi. Kaitannya dengan cybercrime adalah perbuatan yang dilakukan tersebut menyebabkan data atau program yang tersimpan dalam media penyimpan (data base) atau sejenisnya menjadi tidak dapat dimanfaatkan (tidak berguna lagi). Pengertian “Menghilangkan” Adalah membuat barang itu tidak ada lagi. Kaitannya dengan cybercrime yakni perbuatan mengilangkan atau menghapus data yang tersimpan pada data base
c. Ketentuan yang berkaitan dengan perbuatan memasuki atau melintasi wilayah orang lain Apabila ada orang asing yang masuk ke dalam jaringan komputer tersebut tanpa ijin dari pemilik terminal ataupun penanggung jawab sistem jaringan komputer, maka perbuatan ini dikategorikan sebagai hacking. Kejahatan komputer jenis hacking –apabila ia melakukan perusakan atau gangguan- sangat berbahaya karena apabila seseorang berhasil masuk ke dalam sistem jaringan orang lain, maka implikasi hukumnya ia mungkin saja membaca dan menyalin informasi yang mungkin sangat rahasia,atau munkin pula menghapus atau mengubah informasi atau program-program yang tersimpan pada sistem komputer.Ada kemungkinan ia mencuri dengan memerintahkan komputer untuk mengirimkan barang kepadanya. Perbuatan mengakses ke suatu sistem jaringan tanpa ijin tersebut dapat dikategorikan sebagai perbuatan tanpa wewenang masuk dengan memaksa ke dalam rumah atau ruangan yang tertutup atau pekarangan tanpa haknya berjalan di atas tanah milik orang lain, sehingga pelaku dapat diancam pidana berdasarkan Pasal 167 KUHP dan Pasal KUHP. Pornografi Anggapan yang mengatakan bahwa Internet identik dengan pornografi,memang tidak salah.Dengan kemampuan penyampaian informasi yang dimiliki Internet,pornografi pun merajalela.Di internet terdapat gambar-gambar pornografi dan kekerasan yang bisa mengakibatkan dorongan kepada seseorang untuk bertindak kriminal.
Pemerintah sendiri pun sudah mengeluarkan kebijakan-kebijakan untuk masalah ini.Salah satunya adalah membuat UU Republik Indonesia nomor 44 tahun 2008,tentang undang-undang pornografi.Hal lain yang bisa kita lakukan adalah menghindari situs ini,karena bisa merusak moral dan etika kita sebagai orang yang beragama. Violence and Gore (Kekejaman dan kesadisan) Hal ini juga banyak ditampilkan.Karena segi bisnis dan isi pada dunia internet tidak terbatas,maka para pemilik situs menggunakan segala macam cara agar dapat ‘menjual’ situs mereka.Salah satunya dengan menampilkan hal-hal yang bersifat tabu. Penipuan Hal ini memang merajalela dibidang manapun.Internet pun tidak luput dari serangan penipu.Cara yang terbaik adalah tidak mengindahkan hal ini atau mengkonfirmasi informasi yang kita dapatkan pada penyedia informasi tersebut. Carding Karena sifatnya yang ‘realtime’ (langsung),cara belanja dengan menggunakan kartu kredit adalah cara yang palin banyak digunakan dalam dunia internet. Para penjahat internet pun paling banyak melakukan kejahatan dalam bidang ini. Dengan sifat yang terbuka, para penjahat mampu mendeteksi adanya transaksi (yang menggunakan Kartu Kredit) on-line dan mencatat kode Kartu yang digunakan. Untuk selanjutnya mereka menggunakan data yang mereka dapatkan untuk kepentingan kejahatan mereka.Hal yang paling baik kita lakukan adalah lebih berhati-hati dan teliti sebelum melakukan transaksi. Perjudian Dampak lainnya adalah meluasnya perjudian. Dengan jaringan yang tersedia, para penjudi tidak perlu pergi ke tempat khusus untuk memenuhi keinginannya. Kita hanya perlu menghindari situs seperti ini, karena umumnya situs perjudian tidak agresif dan memerlukan banyak persetujuan dari pengunjungnya. Selain dari hal yang baru saja dijelaskan tadi,internet juga bisa mempengaruhi tingkah sosial kita,seperti ; Mengurangi sifat sosial manusia karena cenderung lebih suka berhubungan lewat internet daripada bertemu secara langsung (face to face) Dari sifat sosial yang berubah dapat mengakibatkan perubahan pola masyarakat dalam berinteraksi. Bisa membuat etika seseorang runtuh akibat kecanduan,terutama yang menyangkut pornografi.
Sikap selektif lain nya untuk menjaga keamanan cyberspace adalah :
1. Pendekatan Teknologi
2. Pendekatan Sosial Budaya –etika
3. Pendekatan Hukum Pengaruh Globalisasi terhadap nilai-nilai Nasionalisme. Kehadiran globalisasi tentunya membawa pengaruh bagi kehidupan suatu negara termasuk Indonesia. Pengaruh tersebut meliputi dua sisi yaitu pengaruh positif dan pengaruh negatif. Pengaruh globalisasi di berbagai bidang kehidupan seperti kehidupan politik, ekonomi, ideologi, sosial budaya dan lain- lain akan mempengaruhi nilai- nilai nasionalisme terhadap bangsa.
Pengaruh positif :
Kita dapat meniru pola berpikir yang baik seperti etos kerja yang tinggi dan disiplin dan Iptek dari bangsa lain yang sudah maju untuk meningkatkan kemajuan bangsa yang pada akhirnya memajukan bangsa dan akan mempertebal rasa nasionalisme kita terhadap bangsa.
Pengaruh negatif : 
Mayarakat kita khususnya anak muda banyak yang lupa akan identitas diri sebagai bangsa Indonesia, karena gaya hidupnya cenderung meniru budaya barat yang oleh masyarakat dunia dianggap sebagai kiblat.  Munculnya sikap individualisme yang menimbulkan ketidakpedulian antarperilaku sesama warga. Dengan adanya individualisme maka orang tidak akan peduli dengan kehidupan bangsa.

Posted on Februari 3, 2012, in Pengetahuan. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: